Singaraja – Komitmen Program Studi Geografi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dalam memperkuat jejaring riset internasional kembali diwujudkan melalui partisipasi salah satu dosennya, I Gede Putu Eka Suryana, S.Pd., M.Sc., dalam kegiatan joint research bersama Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne (Prancis), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Mataram (UNRAM). Kegiatan penelitian kolaboratif ini dilaksanakan di Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pada 16–22 Februari 2024.
Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman penelitian antara para peneliti dari Indonesia dan Prancis, khususnya dalam bidang geomorfologi, geoarkeologi, dan kebencanaan. Selama satu minggu pelaksanaan, para peserta melakukan observasi lapangan, pengambilan data, diskusi ilmiah, serta praktik berbagai metode penelitian mutakhir yang banyak digunakan dalam riset internasional.
Melalui keterlibatan dalam penelitian tersebut, I Gede Putu Eka Suryana memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai teknik penelitian terbaru. Beberapa metode yang dipelajari meliputi penggunaan COBRA TT sebagai peralatan drilling untuk memperoleh sampel bawah permukaan, pemanfaatan Ground Penetrating Radar (GPR) untuk mengidentifikasi struktur bawah tanah secara non-destruktif, analisis geomorfologi dalam interpretasi evolusi bentang alam, pendekatan geoarkeologi untuk memahami hubungan antara aktivitas manusia dan perubahan lingkungan, serta penerapan participatory stratigraphy yang mengintegrasikan pengetahuan masyarakat lokal dengan interpretasi stratigrafi ilmiah.


Menurut I Gede Putu Eka Suryana, pengalaman tersebut memberikan wawasan baru yang sangat berharga dalam meningkatkan kapasitas penelitian di bidang geografi fisik dan kebencanaan.
“Kolaborasi ini memberikan kesempatan untuk mempelajari teknologi dan pendekatan penelitian yang sebelumnya belum banyak diterapkan di Indonesia. Pengalaman bekerja bersama peneliti dari Prancis, UGM, dan Universitas Mataram menjadi bekal penting dalam mengembangkan riset geomorfologi dan geoarkeologi di Undiksha.”


Selain memperkaya kompetensi teknis, kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam pengembangan kemampuan komunikasi internasional. Selama penelitian berlangsung, interaksi intensif dengan peneliti dari Prancis membuka peluang bagi dosen Undiksha untuk meningkatkan kemampuan bahasa Prancis, baik dalam komunikasi ilmiah maupun diskusi lapangan.
Partisipasi dalam joint research ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat internasionalisasi Program Studi Geografi Undiksha, sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian lanjutan, publikasi ilmiah bereputasi internasional, pertukaran peneliti, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa pada masa mendatang.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne dalam mengembangkan kolaborasi riset internasional bersama berbagai institusi mitra di dunia, termasuk Indonesia.





